Hidangan Dari Tuhan



   Oleh:DARWANA DEWANDA
 

    Bulan ramadhan ialah  seagung-agungnya  bulan. Seluruh umat Islam dunia menyambut dengan suka cita. Beda tempat beda adat istiadat. Mungkin itu ungkapan yang amat cocok untuk menggambarkan perbedaan suasana ramadhan di Indonesia dengan  Mesir yang sangat mencolok tentunya.  Setiap negara muslim memiliki tradisi tersendiri sekaligus unik yang kaya syarat akan budaya, menjelang datangnya  bulan penuh  ampunan. Misalnya saja dengan negara Mesir. Ketika kita mendengar  tentang Mesir tentu  yang terbenak dalam hati dan yang terlintas di alam fikiran kita ialah Sungai Nil,Piramid,Universitas al-Azhar,Terusan Suez dll.
Pada kesempatan ini  kita akan membahas pernak-pernik cara orang Mesir menyambut bulan suci ramadhan.
 1.Lampu Fanus.

    Nah,biasanya orang Mesir menjelang beberapa hari sebelum masuk bulan romadhon mereka akan membeli Lampu Fanus yang sering mereka dapati dijajakan dipinggir jalan raya. Mereka akan menghiasi rumah-rumah dan jalan-jalan dengan lampu fanus . Sebagai tanda bahwa bulan ramadhan sudah tiba. Menurut berbagai sumber bahwa kebiasaan itu telah berlangsung dan telah orang Mesir lakukan sejak ratusan tahun silam. Ada yang mengatakan bahwa tradisi ini berawal dari perintah penguasa Mesir pada zaman kesultanan Fathimiyyah kepada para Imam masjid untuk memasang penerangan di masjid-masjid. Pada zaman dahulu penerangan masih menggunakan lilin yang diletakan di dadalam  lentera. Akan tetapi  pada zaman modern ini lampu lentera itu tergantikan dengan lampu fanus yang biasanya dinyalakan pada malam hari setelah sholat ‘isya atau setelah selesai sholat terawih.
2.Ma’idaturrohman(hidangan dari tuhan).
  Ini yang sangat menarik,kenapa disebut hidangan dari Tuhan. Banyak versi yang bisa kita tilik. Ada yang mengatakan konon, pertama kali yang menggagas tradisi ini ialah  Ahmad bin Thulun(pendiri daulah thuluniyyah). Dengan menyiapkan hidangan makanan pembuka untuk para Fakir miskin ketika menjelang berbuka puasa.
Kebiasaan ini   menjadi sebuah daya pikat tersendiri bagi warga pendatang(indonesia dll). Terutama bagi mahasiswa baru seperti saya atau yang malas menyiapkan ta’jil menu buka puasa. Ma’idatu rrohman  biasanya disiapkan dimasjid-masjid atau dipinggir-pinggir jalan menjelang waktu berbuka puasa.
Dan  orang mesir biasanya akan menarik tangan kita agar mau berbuka puasa dengan mereka’’tafadhol yalla hayya nuftir ma’ana’’(ayo berbuka bersama kami)sembari menunjukan tempat duduk dan meja kita.
3.Sholat Terawih 1 juz.
   
Sholat terawih ialah sholat yang dilaksanakan setelah sholat ‘isya pada bulan ramadhan. Pada umumnya di Masjid-masjid di Mesir.  Melaksanakan sholat terawih berjama’ah dengan membaca satu juz full setiap malamnya. Mesir adalah negri nya para muqri’. Surganya ilmu Qiro’at. Jadi tidak mengherankan banyak orang Mesir yang hafal al-Qur’an. Masyarakat Mesir terkenal sangat religius. sering kita dapati di bus-bus atau di angkutan umum. Selama perjalanan,ada saja  tangan yang memegang mushaf mentadabburi ayat-ayat   al-Qur’an.
    Sungguh,pengalaman ini sangat berharga bagi Saya. Segala puji hanya milik Alloh yang telah melangkahkan diri Saya ke negri barokah ini negrinya para Anbiyaa(Nabi).
* fajar menyingsing Kairo, 12 juni 2018.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Doa; senjata kaum beriman